Sabtu, 10 Maret 2012

Kegalauan Langkah

Galau, term yang saat ini sangat populer dan sering di keluarkan oleh anak-anak muda. Terminologi ini pula menjadi label untuk musik-musik yang bernada mellow, film yang mengharu biru dan bertema cinta, juga untuk note-note di jejaring sosial, meskipun secara aktual tak seperti itu. Sehingga pengidntifikasian status hati seseorang, kecenderungan melalui model musik, film, dan ungkapan-ungkapan seseorang.

Galau secara harfiah dapat di artikan sebagai ketidak beraturan perasaan seseorang. Implikasi dari hal ini adalah penyimpangan perilaku dari biasanya dan penurunan produktifitas. Hal ini pulalah yang menimpa saya. Ada fenomena dari diri yang tak bisa di defenisikan, yang terang hanyalah adanya perasaan tak beraturan, kehilangan motivasi dan produktifitas. Tapi, kegalauan ini bukan faktor merah jambu alias cinta.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Surat dari Ibu Pertiwi

Berjalan di deretan buku-buku usang yang berjejer di rak-rak ruang perpustakaan, sedikit merasa miris. Bias cahaya matahari dari sela-sela kusen jendela menarik partikel-partikel debu, dan silia-silia hidung bereaksi bersin atas debu-debu yang terhirup, bertambah miris. Kutarik satu buku tebal berjudul “Di Bawah Bendera Revolusi” karangan tokoh besar Indonesia. Warna sampulnya cokelat, tapi masih ada garis-garis hitam yang kurasa warna dasar sampul, makin miris. Kubuka kilas lembar demi lembar, coba merangkai poin-poin ide. Di akhir halaman, terselip sebuah amplop,

Jumat, 14 Oktober 2011

Jangan Nyaman, Kita Harus Berjalan

Harapan itu adalah keyakinan
Ia menyeruak dari jiwa yang terdalam
Meski ribuan iblis meragukan
Tapi ia kan semakin kuat tertananam

Selasa, 27 September 2011

Merekam Gerak dan Ritual Senja (Penuh Cinta, Untuk Ayah dan Ibu Kita)

Di dusun, aku selalu senang menanti senja, saat lembayung melukis alam dengan warna berbeda. Langit jingga perlahan pudar berganti hitam. Aku selalu senang di puncak senja, saat dayu azan menggiring unggas berduyun ke kandang. Di garis batas antara petang dan malam.

Beriring burung-burung terbang menuju peraduan, berbondong-bondong warga melangkah ke masjid dusun, di tengah kampung depan rumah. Aku selalu senang senja, merekam kilas kehidupan petang.

Tentang Hati Untukku

Malam menyusup hati...
Sontak menghirup sepi...
Lantas berlari mencari pengusir sunyi.

Di lelah tapak aku berjumpa bintang-bintang
Kerlipnya mambasuh jiwa yang kering

Minggu, 18 September 2011

Melambat.,Bukan Terlambat..

"Bergegaslah, sebab yang lain kencang melaju"
Serunya dari depan, dan menjarakku beberapa depa..
"Kau masih juga melamun,.!!!"

Melamun ? aku rasa tak melamun,.hanya sekedar merenung..
Pernah sekali waktu lari kencang melaju..tapi tak ada kenikmatan untuk tiap tapak..

Rabu, 03 Agustus 2011

Para Pilihan Zaman

Musim kemarau panjang ini berlalu sudah. Apa yang tersisa dari terik yang amat sangat selama dua belas purnama itu ?. Hanya debu dan rumput kering, mungkin juga beberapa pohon yang kuat menghadapi terjangan musim. Gumpalan awan menandai masa musim hujan, rintik perlahan turun menyirami lahan-lahan kering. Guntur berdahak tak henti beriring kerlip gemerlap kilat, alam gulita menyarungi, sebelum nafas cerah kehidupan datang menayapa.

Patut bangga segala yang kokoh melewati musim kering kemarau, sebab mereka adalah pilihan dari kerasnya keadaan. Akan muncul benih-benih baru dari siraman air musim basah hujan, siapa yang mampu meramalkan, kelak mereka akan merekah sejauh apa?, menjulang setinggi apa ?.